Secangkirteh.com ‘s an Indonesian Buddhist Site

July 3, 2008

BUDDHIST FESTIVAL at SURABAYA, JUNI 2008 – BAGIAN II

FESTIVAL SENI BUDAYA BUDDHIST 2008

PART I |  PART II  |  PART III
Setelah melewati Ruang Diorama Riwayat Hidup Sang Buddha Gautama, maka kita akan memasuki Ruang Bukti – Bukti Sejarah ajaran Buddha untuk mengenal lebih dekat. Dimana sebelum memasuki ruang ini kita akan memasuki lebih dulu gerbang pintu masuk yang berupa candi. Lalu didalamnya kita akan langsung dapat melihat adanya sebuah monumen penghormatan akan keagungan Buddha, Sejarah perkembangan ajaran agama Buddha, tempat – tempat bersejarah agama Buddha, pengenalan terhadap Tipitaka.


klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

Monumen penghormatan akan keagungan Buddha dan ajarannya di dalam Buddhist Festival 2008 ini berbentuk Buddha Rupang raksaksa dalam posisi parinibbana sepanjang 21 meter dan tinggi 6 meter. Pengunjung bisa memanfaatkan monumen ini untuk melakukan adhitthana ( tekad kuat ) dalam dirinya untuk mencapai pembebasan ( nibbana ) dalam kehidupan sekarang atau yang akan datang sehingga bisa selalu dapat berjodoh dengan Buddha Dhamma ( ajaran – ajaran kebenaran yang membimbing kepada pembebasan ).


klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

Di dekat Buddha ruang raksaksa ada sebuah tempat yang memperkenalkan Tipitaka. Tujuannya agar kita dapat mengenal lebih dekat Tipitaka sebagai peninggalan Dhamma yang paling berharga. Di sini dapat pula kita saksikan bentuk fisik Tipitaka dalam berbagai bahasa dan secara garis besar bagan dan si Tipitaka.


klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

Disebelah tempat Tipitaka mengenal lebih dekat tempat – tempat bersejarah seperti tempat kelahiran Sang Buddha (Taman Lumbini), tempat Sang Buddha mencapai pencerahan (Bodhgaya), tempat Sang Buddha membabarkan ajaran pertama (Sarnath), tempat Sang Buddha parinibbana (Kushinara)


klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

Berikutnya merupakan kumpulan gambar – gambar tentang penyebaran Agama Buddhist di Indonesia.


klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

Serta sebuah peta di negeri India, mengenai “PETA POLITIS INDIA PADA MASA BUDDHA GOTAMA (500SM)”.


klik untuk memperbesar

Setelah melalui Bukti – Bukti Sejarah ajaran Buddha, kita akan memasuki Ruang Wawasan Universal, dimana sebuah ruang berbentuk dome raksaksa untuk meditasi dengan sekelilingnya adalah Tugu Ashoka, dimana makna dari Tugu Ashoka ini adalah “Bila kita menghina agama orang lain, maka kita menghina agama kita sendiri.”


klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

Didekat Tugu Ashoka ada beberapa patung yang melambangkan Sang Buddha sedang bermeditasi dengan ditemani lima orang muridnya di Taman Rusa


klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

Kemudian Dome itu sendiri. Dome dengan suasana seakan-akan seseorang berdiri melayang di ruang angkasa dan kita dapat merasakan kebesaran alam semesta melalui kesan bawah sadar diharapkan pengunjung membuka wawasan berpikirnya bahwa alam semesta ini begitu luas dan mampu memperluas wawasan berpikir tentang kehidupan. Pada kenyataannya dalam alam yang begitu tak terbatas ini terdapat begitu banyak kebenaran yang bisa diungkap. Tetapi Sang Buddha pernah berkata: “Daun kering yang ada ditanganku lebih sedikit dari pada daun kering yang ada dihutan ini. Demikian juga dengan Dhamma yang aku ajarkan, tetapi ajaran yang sedikit inilah yang lebih bermanfaat untuk menuju pembebasan. Karena kebenaran yang begitu luas tidak mungkin bisa dijangkau oleh pemikiran manusia”. Dalam ruang angkasa ini pengunjung akan dibimbing untuk melakukan relaksasi dan memusatkan pikiran selama lima menit dengan diiringi musik lembut dan merenungkan tentang keberadaan diri manusia dialam semesta ini. “Mangkok yang sudah penuh bila diisi lagi akan tumpah dan tidak bermanfaat”. Demikian juga dengan pikiran manusia, bila di dalam pikirannya masih memegang konsep – konsep berpikir sebelumnya dan tidak mau meletakkannya sejenak.


klik untuk memperbesar

klik untuk memperbesar

Setelah itu kita akan memasuki Ruangan Inti ajaran Agama Buddha dan Photo Gallery. Dimana di ruangan ini banyak sekali terdapat gambar – gambar menarik mengenai inti sari dari ajaran agama Buddha, serta terdapat sebuah lukisan yang indah dan memiliki panjang puluhan meter tanpa terputus sedikitpun. Akan tetapi karena batteray Kamera yg digunakan habis, maka dengan permohonan maaf yang dalam dari kami, maka ruangan ini tidak terfoto sedikitpun. Maaf.
Setelah itu kita akan memasuki Ruang Puja Relic. Dimana di ruang ini banyak sekali terdapat relic Buddha Gautama dan para arahat yang disusun di atas altar layaknya kita beribadah biasanya.

klik untuk memperbesar

SILAHKAN MEMBERIKAN KOMENTAR DI FORUM DISKUSI KAMI ^^

By. Yanti Purna & Kristin Chandra

<< DORAMA SANG BUDDHA ||   RUANG BUDAYA DAN RITUAL >>

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: